Tuesday, 10 March 2015

Australia Sadap operator indonesia lagi target Telkomsel




Ketegangan hubungan antar negara Indonesia dan Australia beberapa tahun terakhir sudah terjadi seperti yang kita tahu di tahun 2014 lalu pernah terjadi Penyadapan komunikasi Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan beberapa pejabat tinggi  negara Indonesia oleh pihak Australia.

dan kini australia kembali berulah kembali mengutus mata-mata untuk mengintai jaringan telefon terbesar Indonesia serta sistem telekomunikasi.
Mantan Kontraktor Badan Intelijen AS Edward Snowden mengumumkan dokumen yang memaparkan Indonesia sebagai target pengintaian Australia.

rumor inipun di datangkan dari The Sidney Morning Herald (SMH), Senin 9 maret 2015, dokumen yang diterbitkan di Selandia Baru itu  akhirnya bocor ,Australia Signals Directorate (ASD) telah bekerja sama dengan Government Communications Security Bureau (GCSB) Selandia Baru untuk mendapatkan akses komprehensif jaringan telekomunikasi di seluruh Indonesia dan Pasifik Selatan.

 para mata-mata Australia dan Selandia Baru  telah menargetkan, pengintaiannya ke jaringan telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan menyabotase komunikasi, satelit dan kabel telekomunikasi bawah laut, dan mengambil dari panggilan telefon, email, pesan media sosial, dan metadata yang terkait satu dengan lainnya.

Laporan rahasia Selandia Baru yang ternyata  bocor itu juga menegaskan ketertarikan ASD pada jaringan terbesar di Indonesia, Telkomsel yang melayani lebih dari 122 juta pelanggan. Pekerja Intelijen Selandia Baru yang bekerja pada Bursa di Canberra pada tahun 2009 dan ditempatkan di bagian analisis infrastruktur jaringan ASD itu ditugaskan secara khusus untuk mematai penyedia telekomunikasi Indonesia yakni  kepada operator  Telkomsel.

Pengintaian tersebut akan meliputi penyelidikan catatan  dan panggilan data yang dikirim melalui File Transfer Protocol (FTP) dan mengamati gateway kompresi suara Telkomsel yang digunakan untuk mendukung transmisi lalu lintas telefon internasional dan domestik.

0 comments:

Post a Comment